Nah kali ini kembali lagi dengan posting tutorial kita, (*bwahahahaha). Dijamin deh kali ini posting yang dibuat sangat bermanfaat bagi para pembaca sekalian, karena ini adalah hal yang nantinya akan akan sangat berguna apabila kita mencoba membuat web di lingkungan offline, sehingga memudahkan kita dalam mengoprak-oprek web kita sendiri sebelum kita upload ke tempat hosting kita.. Ocree ??
Sekarang, yang mau dijelasin adalah Cara penginstalaan CMS wordpress yang dilakukan secara offline, nantinya step-step ini juga dapat diaplikasikan ke CMS yang lain, tentunya hanya sedikit step-step yang dirubah, tetapi sebagian besar langkah-langkah yang ada adalah sama..
Yupss…sekarang kita mulai saja tutorialnya setelah basa-asam lama-lama…
- Langkah pertama yaitu “we need tools that we needed..” artinya “saya lagi makan”.. (*whahahaha) ya ngak lah,, maksudnya teh “kita harus punya alat-alat yang kita butuhkan sebelum kita menginstall wordpress offline. Nah apa aja sih alat-alat itu ?? Kita lihat di step ke 2 okee..
- Langkah kedua, untuk menginstalasi kita tentunya harus mempunyai komponen yang diperlukan web tersebut,, Apa saja sih ?? Nah komponen-komponen itu seperti Webserver Apache, Database MySQL, Scripting PHP, dan Komponen pendukung lainnya. Nah kalo kita harus nyari / download itu semua satu-satu kan ribet. Oleh karena itu ada yang udah jadi 1 Paket kayak WAMP (Windows, Apache, MySQL, PHP) atau XAMPP (X=any Operating System,Apache,MySQL,PHP, dan PerL). Di tutorial kali ini Kita menggunakan XAMPP. Kalau belum punya bisa download di http://www.mirrorservice.org/sites/download.sourceforge.net/pub/sourceforge/x/project/xa/xampp/XAMPP%20Windows/1.7.2/xampp-win32-1.7.2.exe
Untuk Komponen Selanjutnya adalah CMS WordPress itu sendiri, kita bisa download di http://wordpress.org/latest.zip . Lengkaplah sudah alat-alat yang butuhkan..
- Okeh, Next Step Penginstalaan XAMPP di computer..harus dijelasin gak ?? adudu, dasar ya kalian ini pada manja (^_^)v peace.. Singkat yak..
- Jalankan Installer xampp tadi, sehingga nanti terlihat tampilan seperti ini

- Owh ya drive penginstalan bisa dipilih sesuai kehendak masing2. Jalankan perintahnya hingga selesai penginstallan. (*bisa sendiri kan, kalo nginstall kita biasanya nge-next sampe finish..hahaha. Soale kalo dijelasin satu persatu dgn gambar terlalu boros. )
- Nah setelah selesai penginstallan, service xammp dijalankan secara otomatis, atau kalau belum bisa di klik icon xampp yang ada di desktop kalian. Dan akan terlihat tampilan seperti ini

Pastikan Service MySQL dan Apache running
- Lanjuttt,, Setelah selesai penginstalaan dan sedikit konfigurasi di XAMPP sekarang file wordpress-x.x.x.zip (yang terbaru wordpress-2.8.6) di extract ke dalam folder tempat kita menginstall XAMPP tadi, apabila kamu menginstall di drive C: maka cara mengekstraknya klik kanan pada file .zip tersebut pilih extract files… lalu pilih direktori C:\xampp\htdocs, dan rename namanya sesuai dengan kehendak hati (contoh disini kita menggunakan nama tutorial : tutorial)

- Lalu untuk menjalankan web kita membutuhkan tempat penyimpanan data-data tersebut bukan ?? nah untuk penginstallan persi oplen kita membuat database MySql sendiri, bukan dari hosting. Untuk pembuatannya kaliand bisa buka browser kalian dan masukan alamat http://localhost/xamp . Pada bagian tools terlihat pilihan phpMyAdmin , pilih pilihan tersebut, lalu buat database yang kalian inginkan dengan nama database yg kalian pakai (contoh yg kita pakai : tutor_db ) character set menggunakan encoding utf8_unicode_ci

- Oke setelah database sudah selesai dibuat, kita coba masuk ke folder C:\xampp\htdocs\tutorial dan edit file wp-config-sample.php direname menjadi wp-config.php lalu dibuka file tersebut menggunakan text editor seperti notepad, wordpad, atau semacamnya. .cari text seperti ini
- define(‘DB_NAME’, ‘putyourdbnamehere’);
- define(‘DB_USER’, ‘usernamehere’);
- define(‘DB_PASSWORD’, ‘yourpasswordhere’);
- Ganti ‘putyourdbnamehere’ dengan nama database yang telah kita buat tadi yaitu ‘tutor_db’
- Ganti ‘usernamehere’ menjadi ‘root’
- ‘yourpasswordhere’ di kosongkan menjadi ‘’ (dua tanda satu petik berdekatan)
Akhir dari pengeditan :
- define(‘DB_NAME’, ‘tutor_db’);
- define(‘DB_USER’, ‘root’);
- define(‘DB_PASSWORD’, ”);
dan disave.
- Wokeh,,, kita masuk pada langkah terakhir, Sekarang kita buka kembali web browser kita dan masukan url = http://localhost/tutorial (tutorial adalah nama folder wordpress yang telah kita rename tadi) otomatis kita ter-directing ke alamat http://localhost/tutorial/wp-admin/install.php untuk melakukan penginstalan singkat wordpress. Setelah memasukan nama blog dan email, kita mendapatkan username: admin (default) dan password = acak. Dan kita akan login menggunakan username dan password tersebut. Setelah Login..
(1…2…3..) TADAAAAA !! WordPress offline sudah terinstall dengan sukses..
Gyahahahaha (*ketawa setan)
Sekian tutorial dari saya, walaupun agak panjang penjelasannya tetapi semoga ini mencakup semua step-step yang dibutuhkan. Sehingga dalam prakteknya tidak terlalu menemukan banyak kesulitan.
Nantikan tutorial selanjutnya yang lebih dasyat tentunya, hingga bisa mengirimkan sms ke inbox saya. Kalau ada kekurangan mohon dimaafkan, karena sesungguhkan kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT.
Janee ~~